Profil & Sejarah Nagari
Mengenal lebih dalam latar belakang sejarah, visi misi, filosofi lambang, serta kondisi demografis Nagari Aia Manggih Selatan.
Sejarah Nagari Aia Manggih Selatan
Nagari Aia Manggih Selatan secara historis terbentuk dari pemekaran wilayah Nagari Aia Manggih. Pemekaran ini didasari oleh kebutuhan pelayanan administrasi publik yang lebih dekat dan optimal bagi masyarakat serta didorong oleh luasnya wilayah geografis awal.
Nama "Aia Manggih" sendiri diambil dari legenda setempat mengenai sebuah mata air jernih yang dikelilingi oleh pohon manggis yang rimbun, yang dahulu kala dijadikan tempat perhentian dan sumber air minum utama bagi para musafir dan petani lokal. Kata "Aia" melambangkan kesuburan dan kehidupan, sedangkan "Manggih" melambangkan kesejukan dan kemakmuran.
Sejak didirikan secara definitif, Nagari Aia Manggih Selatan terus mengalami perkembangan pesat. Komitmen warga untuk mempertahankan semangat gotong royong dan nilai adat Minangkabau "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" menjadi pilar utama dalam pembangunan fisik dan spiritual nagari.
Asal Usul & Pembentukan Kejorongan
Nagari Aia Manggih merupakan pemekaran dari Nagari Pauah Ujuang Tanjuang, yang terjadi lebih kurang satu abad yang lalu sekitar tahun 1902. Pada masa itu, terjadi perpindahan penduduk dalam rangka perluasan daerah pemukiman dan mencari tempat tinggal yang baru. Konon, pendatang pertama di Nagari Pauah Ujuang Tanjung (Aia Manggih) berasal dari suku Mandahiliang yang datang menelusuri aliran Batang Sumpur.
Ketika pemekaran Nagari Pauah Ujuang Tanjung berlangsung, kemenakan Dt. Majo Indo yaitu Dt. Sati (sebagai pimpinan Nagari Aia Manggih saat itu) merapatkan perahunya di tempat yang ditumbuhi pohon manggis (manggih) besar di tepi air. Dari sinilah nama Nagari Aia Manggih bermula.
Dahulu, Nagari Aia Manggih terdiri dari 4 kampung yaitu:
- Kampung Ambacang Anggang
- Kampung Rumah Nan XXX
- Kampung Nan VI (termasuk Kampung Padang Paraman Dareh)
- Kampung Padang Sarai
Kini wilayah tersebut telah berkembang menjadi 5 Jorong, yaitu:
- Jorong Ambacang Anggang
- Jorong Rumah Nan XXX
- Jorong Kampung Padang Paraman Dareh
- Jorong Kampung Nan VI
- Jorong Padang Sarai
Pucuk adat Nagari Aia Manggih dipimpin oleh Datuak Sati dan Pucuk Syarak dipimpin oleh Rajo Khatib, dengan penghulu kampung yang terdiri dari suku-suku berikut:
Mandahiliang Piliang Caniago Jambak Tanjuang Melayu Koto
Sejarah Pemerintahan Nagari
Sejarah pemerintahan Nagari Aia Manggih berjalan beriringan dengan sejarah perkembangan administratif di Indonesia, yang secara umum terbagi ke dalam beberapa fase penting:
history 1. Fase Pemerintahan Belanda (Zaman Kolonial)
Pemimpin Nagari pada zaman penjajahan Belanda dikenal dengan sebutan Kepala Lareh (Kepala Kelarasan). Berikut adalah daftar Kepala Laras yang pernah memimpin:
| No | Nama Kapalo Lareh | Periode |
|---|---|---|
| 1 | Tuangku Batuah | Tidak Diketahui |
| 2 | Sangkutan | - |
| 3 | Ganap | - |
| 4 | Syariah | - |
| 5 | Dumin | - |
| 6 | Talik | - |
| 7 | Penghulu Salih | - |
| 8 | Datuak Manampu Gauih | - |
| 9 | Dt. Sati Ma Esa | - |
flag 2. Fase Pemerintahan Pasca Kemerdekaan & Era UU No. 5/1979
Pada masa awal kemerdekaan, Wali Nagari mula-mula dikenal dengan sebutan Angku Palo atau Kepala Nagari:
| No | Nama Kepala Nagari | Tahun/Periode |
|---|---|---|
| 1 | Munaf St. Iskandar | 1946 |
| 2 | Wali Marasik | 1952 |
| 3 | Bandaro Sutan (Kapalo Mandadak) | - |
| 4 | Rasyid Tanjung | - |
| 5 | Ali Yusus St. Sulaiman | - |
| 6 | Muhammad Diris (PJS) | - |
| 7 | Husein Dt. Sati | - |
Kemudian, dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, sistem Nagari dihapuskan sementara dan wilayah Nagari Aia Manggih dipecah menjadi 2 Desa dan 3 Kelurahan:
- Desa Padang Sarai
- Desa Kampung Padang Paraman Dareh
- Kelurahan Ambacang Anggang
- Kelurahan Rumah Nan XXX
- Kelurahan Kampung Nan VI
Masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan Lurah secara mandiri.
Pada tahun 2001, Provinsi Sumatera Barat secara resmi kembali menerapkan Sistem Pemerintahan Nagari sebagai implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman No. 16 Tahun 2001. Dengan kembalinya sistem ini, ditetapkanlah Wali Nagari Aia Manggih yang pertama yaitu AMRAN MUNAF (SK Bupati Pasaman No. 45/639/Bup-Pas/2001). Berikut daftar Wali Nagari semenjak kembali ke sistem Nagari:
| No | Wali Nagari | Periode |
|---|---|---|
| 1 | AMRAN MUNAF, BA | 2001 - 2006 |
| 2 | SYAFRILISWAN (Pjs) | 2006 - 2008 |
| 3 | YOHARMAN, S.Ag | 2008 - 2014 |
| 4 | YOHARMAN, S.Ag | 2014 - 2020 |
pending_actions 3. Fase Nagari Persiapan (Pemekaran 2017)
Pada tahun 2017, dilakukan pemekaran wilayah Nagari Aia Manggih menjadi 4 Nagari (1 Nagari Induk dan 3 Nagari Persiapan) berdasarkan Peraturan Bupati Pasaman No. 21 Tahun 2017. Salah satunya adalah Nagari Persiapan Aia Manggih Selatan yang saat itu dipimpin oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari:
| No | Nama Penjabat Wali Nagari | Periode |
|---|---|---|
| 1 | AMWARDI, SH | 2017 - 2020 |
| 2 | JUFRIAL, A.Md | 2021 - 2022 |
verified 4. Fase Nagari Defenitif (2022 - Sekarang)
Pada tahun 2022, Nagari Persiapan resmi menjadi Nagari Defenitif berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Nomor 4 Tahun 2022. Nagari Aia Manggih Selatan memiliki kode wilayah administrasi pemerintahan resmi yaitu 13.08.05.2010. Berikut adalah susunan kepemimpinan Wali Nagari definitif:
| No | Nama Wali Nagari | Periode |
|---|---|---|
| 1 | JUFRIAL, A.Md (Pj Wali Nagari) | 2022 - 2022 |
| 2 | HERIZON | 2022 - 2028 (diperpanjang s.d 2030) |
Catatan: Sesuai dengan Keputusan Bupati Pasaman Nomor: 188.45/308/BUP-PAS/2024, masa jabatan Wali Nagari Herizon diperpanjang selama 2 (dua) tahun dari masa jabatan awal 2022-2028 menjadi sampai dengan tahun 2030.
Profil & Sejarah Nagari
Mengenal lebih dalam latar belakang sejarah, visi misi, filosofi lambang, serta kondisi demografis Nagari Aia Manggih Selatan.
Sejarah Nagari Aia Manggih Selatan
Nagari Aia Manggih Selatan secara historis terbentuk dari pemekaran wilayah Nagari Aia Manggih. Pemekaran ini didasari oleh kebutuhan pelayanan administrasi publik yang lebih dekat dan optimal bagi masyarakat serta didorong oleh luasnya wilayah geografis awal.
Nama "Aia Manggih" sendiri diambil dari legenda setempat mengenai sebuah mata air jernih yang dikelilingi oleh pohon manggis yang rimbun, yang dahulu kala dijadikan tempat perhentian dan sumber air minum utama bagi para musafir dan petani lokal. Kata "Aia" melambangkan kesuburan dan kehidupan, sedangkan "Manggih" melambangkan kesejukan dan kemakmuran.
Sejak didirikan secara definitif, Nagari Aia Manggih Selatan terus mengalami perkembangan pesat. Komitmen warga untuk mempertahankan semangat gotong royong dan nilai adat Minangkabau "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" menjadi pilar utama dalam pembangunan fisik dan spiritual nagari.
Asal Usul & Pembentukan Kejorongan
Nagari Aia Manggih merupakan pemekaran dari Nagari Pauah Ujuang Tanjuang, yang terjadi lebih kurang satu abad yang lalu sekitar tahun 1902. Pada masa itu, terjadi perpindahan penduduk dalam rangka perluasan daerah pemukiman dan mencari tempat tinggal yang baru. Konon, pendatang pertama di Nagari Pauah Ujuang Tanjung (Aia Manggih) berasal dari suku Mandahiliang yang datang menelusuri aliran Batang Sumpur.
Ketika pemekaran Nagari Pauah Ujuang Tanjung berlangsung, kemenakan Dt. Majo Indo yaitu Dt. Sati (sebagai pimpinan Nagari Aia Manggih saat itu) merapatkan perahunya di tempat yang ditumbuhi pohon manggis (manggih) besar di tepi air. Dari sinilah nama Nagari Aia Manggih bermula.
Dahulu, Nagari Aia Manggih terdiri dari 4 kampung yaitu:
- Kampung Ambacang Anggang
- Kampung Rumah Nan XXX
- Kampung Nan VI (termasuk Kampung Padang Paraman Dareh)
- Kampung Padang Sarai
Kini wilayah tersebut telah berkembang menjadi 5 Jorong, yaitu:
- Jorong Ambacang Anggang
- Jorong Rumah Nan XXX
- Jorong Kampung Padang Paraman Dareh
- Jorong Kampung Nan VI
- Jorong Padang Sarai
Pucuk adat Nagari Aia Manggih dipimpin oleh Datuak Sati dan Pucuk Syarak dipimpin oleh Rajo Khatib, dengan penghulu kampung yang terdiri dari suku-suku berikut:
Mandahiliang Piliang Caniago Jambak Tanjuang Melayu Koto
Sejarah Pemerintahan Nagari
Sejarah pemerintahan Nagari Aia Manggih berjalan beriringan dengan sejarah perkembangan administratif di Indonesia, yang secara umum terbagi ke dalam beberapa fase penting:
history 1. Fase Pemerintahan Belanda (Zaman Kolonial)
Pemimpin Nagari pada zaman penjajahan Belanda dikenal dengan sebutan Kepala Lareh (Kepala Kelarasan). Berikut adalah daftar Kepala Laras yang pernah memimpin:
| No | Nama Kapalo Lareh | Periode |
|---|---|---|
| 1 | Tuangku Batuah | Tidak Diketahui |
| 2 | Sangkutan | - |
| 3 | Ganap | - |
| 4 | Syariah | - |
| 5 | Dumin | - |
| 6 | Talik | - |
| 7 | Penghulu Salih | - |
| 8 | Datuak Manampu Gauih | - |
| 9 | Dt. Sati Ma Esa | - |
flag 2. Fase Pemerintahan Pasca Kemerdekaan & Era UU No. 5/1979
Pada masa awal kemerdekaan, Wali Nagari mula-mula dikenal dengan sebutan Angku Palo atau Kepala Nagari:
| No | Nama Kepala Nagari | Tahun/Periode |
|---|---|---|
| 1 | Munaf St. Iskandar | 1946 |
| 2 | Wali Marasik | 1952 |
| 3 | Bandaro Sutan (Kapalo Mandadak) | - |
| 4 | Rasyid Tanjung | - |
| 5 | Ali Yusus St. Sulaiman | - |
| 6 | Muhammad Diris (PJS) | - |
| 7 | Husein Dt. Sati | - |
Kemudian, dengan diberlakukannya Undang-Undang No. 5 Tahun 1979 tentang Pemerintahan Desa, sistem Nagari dihapuskan sementara dan wilayah Nagari Aia Manggih dipecah menjadi 2 Desa dan 3 Kelurahan:
- Desa Padang Sarai
- Desa Kampung Padang Paraman Dareh
- Kelurahan Ambacang Anggang
- Kelurahan Rumah Nan XXX
- Kelurahan Kampung Nan VI
Masing-masing dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan Lurah secara mandiri.
Pada tahun 2001, Provinsi Sumatera Barat secara resmi kembali menerapkan Sistem Pemerintahan Nagari sebagai implementasi Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman No. 16 Tahun 2001. Dengan kembalinya sistem ini, ditetapkanlah Wali Nagari Aia Manggih yang pertama yaitu AMRAN MUNAF (SK Bupati Pasaman No. 45/639/Bup-Pas/2001). Berikut daftar Wali Nagari semenjak kembali ke sistem Nagari:
| No | Wali Nagari | Periode |
|---|---|---|
| 1 | AMRAN MUNAF, BA | 2001 - 2006 |
| 2 | SYAFRILISWAN (Pjs) | 2006 - 2008 |
| 3 | YOHARMAN, S.Ag | 2008 - 2014 |
| 4 | YOHARMAN, S.Ag | 2014 - 2020 |
pending_actions 3. Fase Nagari Persiapan (Pemekaran 2017)
Pada tahun 2017, dilakukan pemekaran wilayah Nagari Aia Manggih menjadi 4 Nagari (1 Nagari Induk dan 3 Nagari Persiapan) berdasarkan Peraturan Bupati Pasaman No. 21 Tahun 2017. Salah satunya adalah Nagari Persiapan Aia Manggih Selatan yang saat itu dipimpin oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari:
| No | Nama Penjabat Wali Nagari | Periode |
|---|---|---|
| 1 | AMWARDI, SH | 2017 - 2020 |
| 2 | JUFRIAL, A.Md | 2021 - 2022 |
verified 4. Fase Nagari Defenitif (2022 - Sekarang)
Pada tahun 2022, Nagari Persiapan resmi menjadi Nagari Defenitif berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Pasaman Nomor 4 Tahun 2022. Nagari Aia Manggih Selatan memiliki kode wilayah administrasi pemerintahan resmi yaitu 13.08.05.2010. Berikut adalah susunan kepemimpinan Wali Nagari definitif:
| No | Nama Wali Nagari | Periode |
|---|---|---|
| 1 | JUFRIAL, A.Md (Pj Wali Nagari) | 2022 - 2022 |
| 2 | HERIZON | 2022 - 2028 (diperpanjang s.d 2030) |
Catatan: Sesuai dengan Keputusan Bupati Pasaman Nomor: 188.45/308/BUP-PAS/2024, masa jabatan Wali Nagari Herizon diperpanjang selama 2 (dua) tahun dari masa jabatan awal 2022-2028 menjadi sampai dengan tahun 2030.